Sebelum melangkah ke stage yang lebih jauh mengenai webHTML, perpusteknik.com akan membahas mengenai “Sejarah HTML”. Sejarah HTML penting untuk anda ketahui, agar anda lebih memahami mengapa HTML di ciptakan? dan bagaiamana pekembangan HTML hingga saat ini?. untuk itu topik ini akan dibahas satu persatu :
1. Mengapa HTML diciptakan?
Siapa yang menyangka bahwa HTML (HyperText Markup Language) pertama kali diciptakan bukan dari perusahaan atau lingkungan yang bergerak dibidang tekhnologi yang berkaitan dengan internet? Awal mula penciptaan HTML berawal dari lingkungan CERN yang dibuat oleh Tim Berners-Lee. CERN sendiri merupakan tempat berkumpulnya ilmuan fisika sebagai tempat penelitian fisika quantum yang dilakukan oleh berbagai ilmuan fisika dari segala penjuru dunia. CERN merupakan singkatan dari bahasa prancis yaitu Conseil Europeen pour Ia Recherche Nucleaire, dimana lingkungan CERN sendiri merupakan tempat adanya particle accelerator terbesar di dunia. Prestasi yang membuat CERN menjadi pusat perhatian di kalangan akademis adalah menemukan partikel higgs boson atau god particle yang menjadi teka-teki di dunia fisika.
Dibalik prestasi yang muncul di lingkungan CERN, Tim Berners-Lee ingin menciptakan “sesuatu” yang dapat memudahkan untuk berbagi hasil penelitian. Ide untuk membuat serta mengembangkan HTML pun muncul, dimana ide ini ternyata tidak hanya bertujuan memudahkan untuk saling memperlihatkan hasil penelitian di lingkungan CERN saja, tetapi bisa berbagi dengan berbagai universitas di banyak negara.
2. Sejarah HTML
[sc name=”iklan umum terbaik 300 x 250 float left”]
Dimulai dari sejarahnya HTML dipublikasikan di internet oleh Tim Berners-Lee pada akhir tahun 1991. Pada saat itu HTML di publikasikan dalam dokumen dengan judul HTML Tags, dimana di dalam dokumen ini terdiri dari 18 elemen. Standard bahasa HTML di dasari pada konsep bahasa markup merupakan sebuah satndar internasional dengan tanda / mark. Bahasa Mark secara international di kenal juga dengan SGML (Standard Generalized Markup Language) dimana dalam pembuatannya harus memakai tanda / mark. contoh dari mark yang terdapat di HTML seperti : Tag HTML
,
sampai , dimana tag ini berasa dari SGML. Tetapi, pada dokumen HTML tidak semuanya diciptakan dari konsep SGML dimana terdapat fitur hypertext link yang merfungsi sebagai teks pemuat halaman lain, atau dikenal juga dengan tag .Fitur hypertext sendiri merupakan fitur murni yang diciptakan oleh Tim Berners-Lee sendiri. Dengan adanya fitur inilah yang menjadikan bahasa HTML dan SGML berbeda. Dalam melakukan uji coba serta menjalankan bahasa HTML, Tim Berners-Lee membuat web browser sendiri yang dinamakan World Wide Web (WWW) dimana dalam pengembangannya web browser ini berubah nama menjadi Nexus.
—- 2.1 Era Sejarah HTML 1.0
Era HTML 1.0 muncul pada tahun 1993, dimana pada era ini sudah muncul berbagai macam web browser lain untuk menampilkan hasil dari desain kode HTML. Web browser ini di antaranya adalah Mosaic, Arena dan Lynx. Tetapi diantara ketga web browser ini menggunakan versi HTML sendiri dalam menampilkan desain kode HTML karena pada saat itu belum diciptakan sebuah standar tentang bagaimana HTML di tulis. Disisi lain awal mula era HTML 1.0 masih terdapat banyak kekurangan dimana tampilan yang dihasilkan masih sangat-sangat sederhana karena Tag yang ada di HTML masih sangat sedikit. dalam mengatasi permasalahan yang muncul di era HTML 1.0, Tim Berners-Lee dan rekannya Dave Ragget mengajukan sebuah proposal dengan judul HyperText Markup Language ver. 1.0 pada IEFT (Internet Engineering Task Force) yang merupakan standar internasional dalam penanganan arsitektur internet. Namun HTML ver. 1.0 gagal menjadi standar resmi karena telah melewati batas waktu yang ditentukan.
—- 2.2 Era Sejarah HTML 2.0
Karena HTML ver. 1.0 mengalami kegagalan, pada awal 1994 dibentuklah HTMLWG (HTML Working Group) oleh IEFT, dimana dibentuknya HTMLWG bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan HTML ver. 1.0. Pada era HTML 2.0 telah diciptakan fitur “form” dimana dengan form halaman web mampu membuat kita memasukkan nama, alamat serta saran dan komentar. Terdapat fitur baru pada HTML membuat web browser menambahkan kemampuannya untuk menampilkan dari markup HTML yang telah ditambahkan. adanya fitur form ini membuat HTML 2.0 resmi menjadi standar HTML pertama kali yang di sahkan oleh IEFT pada Juli Tahun 1994. pada tahun yang sama, World Wide Web Consortium (W3C) dibentuk oleh Tim Berners Lee dengan bertujuan untuk mempopulerkan penggunaan HTML. Walaupun W3C dan HTMLWG merupakan 2 organisasi yang berbeda, tetapi kedua organisasi bekerjasama dalam mengembangkan HTML.
—- 2.3 Era Sejarah HTML 3.0
Era HTML 3.0 dimulai dengan pengajuan draft HTML 3.0 yang dilayangkan oleh Dave Ragget yang bekerja sebagai peneliti komputer di Hewlett-Packard, tetapi pengajuan HTML 3.0 mengalami kegagalan karena begitu banyak perdebatan tentang fitur apa yang harus di hapus dan fitur apa pula yang harus diperbaharui. Akhirnya, HTML 3.0 kembali gagal menjadi standar HTML dan dibubarkan pada tahun 1996.
—- 2.4 Era Sejarah HTML 3.2
Era HTML 3.2 hadir membawa fitur baru lagi di HTML, fitur baru ini seperti markup
Fitur hypertext sendiri merupakan fitur murni yang diciptakan oleh Tim Berners-Lee sendiri. Dengan adanya fitur inilah yang menjadikan bahasa HTML dan SGML berbeda. Dalam melakukan uji coba serta menjalankan bahasa HTML, Tim Berners-Lee membuat web browser sendiri yang dinamakan World Wide Web (WWW) dimana dalam pengembangannya web browser ini berubah nama menjadi Nexus.
—- 2.1 Era Sejarah HTML 1.0
Era HTML 1.0 muncul pada tahun 1993, dimana pada era ini sudah muncul berbagai macam web browser lain untuk menampilkan hasil dari desain kode HTML. Web browser ini di antaranya adalah Mosaic, Arena dan Lynx. Tetapi diantara ketga web browser ini menggunakan versi HTML sendiri dalam menampilkan desain kode HTML karena pada saat itu belum diciptakan sebuah standar tentang bagaimana HTML di tulis. Disisi lain awal mula era HTML 1.0 masih terdapat banyak kekurangan dimana tampilan yang dihasilkan masih sangat-sangat sederhana karena Tag yang ada di HTML masih sangat sedikit. dalam mengatasi permasalahan yang muncul di era HTML 1.0, Tim Berners-Lee dan rekannya Dave Ragget mengajukan sebuah proposal dengan judul HyperText Markup Language ver. 1.0 pada IEFT (Internet Engineering Task Force) yang merupakan standar internasional dalam penanganan arsitektur internet. Namun HTML ver. 1.0 gagal menjadi standar resmi karena telah melewati batas waktu yang ditentukan.
—- 2.2 Era Sejarah HTML 2.0
Karena HTML ver. 1.0 mengalami kegagalan, pada awal 1994 dibentuklah HTMLWG (HTML Working Group) oleh IEFT, dimana dibentuknya HTMLWG bertujuan untuk memperbaiki dan menyempurnakan HTML ver. 1.0. Pada era HTML 2.0 telah diciptakan fitur “form” dimana dengan form halaman web mampu membuat kita memasukkan nama, alamat serta saran dan komentar. Terdapat fitur baru pada HTML membuat web browser menambahkan kemampuannya untuk menampilkan dari markup HTML yang telah ditambahkan. adanya fitur form ini membuat HTML 2.0 resmi menjadi standar HTML pertama kali yang di sahkan oleh IEFT pada Juli Tahun 1994. pada tahun yang sama, World Wide Web Consortium (W3C) dibentuk oleh Tim Berners Lee dengan bertujuan untuk mempopulerkan penggunaan HTML. Walaupun W3C dan HTMLWG merupakan 2 organisasi yang berbeda, tetapi kedua organisasi bekerjasama dalam mengembangkan HTML.
—- 2.3 Era Sejarah HTML 3.0
Era HTML 3.0 dimulai dengan pengajuan draft HTML 3.0 yang dilayangkan oleh Dave Ragget yang bekerja sebagai peneliti komputer di Hewlett-Packard, tetapi pengajuan HTML 3.0 mengalami kegagalan karena begitu banyak perdebatan tentang fitur apa yang harus di hapus dan fitur apa pula yang harus diperbaharui. Akhirnya, HTML 3.0 kembali gagal menjadi standar HTML dan dibubarkan pada tahun 1996.
—- 2.4 Era Sejarah HTML 3.2
Era HTML 3.2 hadir membawa fitur baru lagi di HTML, fitur baru ini seperti markup